Dan Gugatan Lain-lain

Dan Gugatan Lain-lain

PROSEDUR

Langkah-langkah yang harus dilakukan Penggugat :

  1. Mengajukan gugatan secara tertulis atau lisan kepada Pengadilan Agama/Mahkamah

Syar’iah (Pasal 118 HIR, 142 R.Bg).

  1. Gugatan diajukan kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah;
  1. Yang daerah hukum meliputi tempat kediaman Tergugat;
  2. Bila tempat kediaman Tergugat tidak diketahui, maka gugatan diajukan kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah, yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman Penggugat;
  3. Bila mengenai benda tetap, maka gugatan dapat diajukan kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah, yang daerah hukumnya meliputi tempat letak benda tersebut. Bila benda tetap tersebut terletak dalam wilayah beberapa Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah, maka gugatan dapat diajukan kepada salah satu Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah yang dipilih oleh Penggugat (Pasal 118 HIR, 142 R,Bg).
    1. Membayar biaya perkara (Pasal 121 ayat (4) HIR, 145 ayat (4) R.Bg Jo. Pasal 89 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah Undang-Undang Nomr 3 Tahun 2006 dan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009. Bagi yang tidak mampu dapat berperkara secara Cuma-Cuma (Prodeo) (Pasal 237 HIR, 273 R.Bg).
    2. Penggugat dan Tergugat atau Kuasanya menghadiri sidang pemeriksaan berdasarkan panggilan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah (Pasal 121, 124 dan 125 HIR, R.Bg).

 

PROSES PENYELESAIAN PERKARA

  1. Penggugat mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah.
  2. Penggugat dan Tergugat dipanggil oleh Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah untuk menghadiri persidangan.
  3. Tahapan persidangan :

1). Pada pemeriksaan sidang pertama Hakim berusaha mendamaikan kedua belah pihak       melalui Mediasi (PERMA Nomor 1 Tahun 2008).

2).Apabila Mediasi tidak berhasil maka pemeriksaan perkara dengan membacakan surat gugatan, jawaban, jawab menjawab, pembuktian dan kesimpulan. Dalam tahap jawab menjawab (sebelum pembuktian) Tergugat dapat mengajukan gugatan rekonvensi atau (Gugat balik) (Pasal 132 HIR, 158 R.Bg).

  1. Putusan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah atas gugatan tersebut sebagai berikut :

1). Gugatan dikabulkan. Apabila Tergugat tidak puas dapat mengajukan Banding melalui Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah tersebut.

2). Gugatan ditolak. Penggugat dapat mengajukan Banding melalui Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah tersebut.

3). Gugatan tidak diterima. Penggugat dapat mengajukan permohonan baru.

  1. Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, kedua belah pihak dapat meminta salinan putusan (Pasal 185 HIR, 196 R.Bg).
  2. Apabila pihak yang kalah dihukum untuk menyerahkan objek sengketa, kemudian tidak mau melaksanakan secara sukarela dapat mengajukan permohonan eksekusi kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah.